Kamis, 19 April 2012

KADERISASI BADAN EKSEKUTIF, MAHASISWA UTSMAN BIN AFFAN


Perekrutan anggota baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Utsman bin Affan (UBA), Jakarta. Yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret s/d 1 April 2012. Perekrutan anggota bar atau kaderisasi ini, masih kurang dan belum sampai pada tahap samanya antara BEM dan Utsman bin Affan-nya.
Menurut saya yang pertama, adalah kaitannya antara UBA atau BEM UBA yang tidak bisa dipisahkan dengan Persatuan Islam (PERSIS). Dan BEM UBA ini harus memilikidan memegang karakter PERSIS, karena mau tidak mau harus mau. Sebab UBA adalah sebuah lembaga milik PERSIS. Dan akan memalukan jika mahasiswa Utsman  bin Affan tidak tau mengenai persis, bahkan tidak mengenalnya.
            Menurut salah satu peserta kaderisasi BEM UBA, ada selebaran yang dibagikan kepada peserta, untuk penunjang materi yang sedang disampaikan oleh pemateri itu, yang di dalamnya ternyata si pemateri (yang juga sebagai salah satu pengurus BEM UBA) salah menyantumkan tokoh pendirir PERSIS. Iini benar-benar menjadi pertanya besar, apakah si pemateri salah karena lupa atau benar-benartidak tau?
            Bahaya kalau hal ini benar-benar berasal dari ketidak tahuan sang pemateri, karena yang seharusnya pengurus BEM UBA itu sudah mengusung PERSIS sebagai dasar BEM UBA, ini malah dirinya pun belum tahu tentang PERSIS. Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi para pengurus BEM UBA untuk memperbaharui semuanya, dan menurut saya ini benar-benar sangat penting, bahkan harus tegas dan tidakboleh main-main,kalaulah sampai pada tahap penasehat BEM UBA tidak tahu tentang PERSIS, saya rasa jangan diakui dari Kepenasehatan BEM UBA. L.A.M

Minggu, 01 April 2012

Sesungguhnya Manusia Itu Didalam Kerugian

 إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْر
“Sesungguhnya manusia itu didalam kerugian”
    Menurut tafsiran Ahmad Hasan didalam kitab tafsirnya al-Hidayah (Tafsir Juz ‘Amma), ialah : “sekalian manusia yang ada di muka bumi ini dipandang oleh Allah sebagai rang-orang yang didalam kerugian..”
    Karena sebagaimana yang telah Allah sebutkan pada ayat yang pertama :
“Sesungguhnya manusia itu didalam kerugian”
    Menurut tafsiran Ahmad Hasan didalam kitab tafsirnya al-Hidayah (Tafsir Juz ‘Amma), ialah : “sekalian manusia yang ada di muka bumi ini dipandang oleh Allah sebagai rang-orang yang didalam kerugian..”
    Karena sebagaimana yang telah Allah sebutkan pada ayat yang pertama :
“Sesungguhnya manusia itu didalam kerugian”
    Menurut tafsiran Ahmad Hasan didalam kitab tafsirnya al-Hidayah (Tafsir Juz ‘Amma), ialah : “sekalian manusia yang ada di muka bumi ini dipandang oleh Allah sebagai rang-orang yang didalam kerugian..”
    Karena sebagaimana yang telah Allah sebutkan pada ayat yang pertama :
وَالْعَصْرِ
Didalam tafsiran A. Hasan, makna ayat ini ialah “perhtikanlah masa”, walaupun menurut asalnya perlu diartikan “demi masa”. Maka sesungguhnya manusia itu semuanya dalam keadaan rugi.
    Menurut Prof. Dr. Syed M Nquib al-Attas,

Ialah menyadari bahwa dirinya secara mutlak tidak memiliki sesuatu apapun untuk ‘membayar’ hutangnya, kecuali kesadaran dirinya akan kenyataan bahawa intipati keadaan berhutang itu terletak apda kewujudan diri itu sendiri. Sehingga ia harus membayar dengan dirinya, dan mengembalikan dirinya kepada Dia yang memiliki dirinya secara mutlak. Ia sendiri adalah hutang yang harus dikembalikan kepada pemilik, dan “mengembalikan hutang” bermakna menjadikan dirinya dalam keadaan berkhidmat, atau menghambakan diri kepada Tuhan. Sebagaimana dalam ayat yang terakhir Allah berfirman:
 إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
    Untuk merendahkan dirirnya dihadapan-Nya, maka seorang manusia yang terbimbing dengan benar secara tulus dan sadar mengembalikan dirinya hanya kepada Allah dengan memetuhi perintah-Nya, larangan-Nya, dan peraturan-Nya, dan dengan demikian ia menghidupkan hokum-Nya.
    Didalam tafsiran A. Hasan menyebutkan, baha orang-orang yang ada di bumi ini dipandang oleh Allah sebagai orang-orang yang dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan pekerjaan yang baik, dan bernasihat seorang kepada seorang (yang lain) pada menjalankan kebenaran didalam tiap-tiap hal dan bernasihat satu kepada yang lainnya pada menjalankan kebenaran, yakni sabar pada menanggung susah payah  tentang menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. (L.A.M)

Didalam tafsiran A. Hasan, makna ayat ini ialah “perhtikanlah masa”, walaupun menurut asalnya perlu diartikan “demi masa”. Maka sesungguhnya manusia itu semuanya dalam keadaan rugi.
    Menurut Prof. Dr. Syed M Nquib al-Attas,

Ialah menyadari bahwa dirinya secara mutlak tidak memiliki sesuatu apapun untuk ‘membayar’ hutangnya, kecuali kesadaran dirinya akan kenyataan bahawa intipati keadaan berhutang itu terletak apda kewujudan diri itu sendiri. Sehingga ia harus membayar dengan dirinya, dan mengembalikan dirinya kepada Dia yang memiliki dirinya secara mutlak. Ia sendiri adalah hutang yang harus dikembalikan kepada pemilik, dan “mengembalikan hutang” bermakna menjadikan dirinya dalam keadaan berkhidmat, atau menghambakan diri kepada Tuhan. Sebagaimana dalam ayat yang terakhir Allah berfirman:

    Untuk merendahkan dirirnya dihadapan-Nya, maka seorang manusia yang terbimbing dengan benar secara tulus dan sadar mengembalikan dirinya hanya kepada Allah dengan memetuhi perintah-Nya, larangan-Nya, dan peraturan-Nya, dan dengan demikian ia menghidupkan hokum-Nya.
    Didalam tafsiran A. Hasan menyebutkan, baha orang-orang yang ada di bumi ini dipandang oleh Allah sebagai orang-orang yang dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan pekerjaan yang baik, dan bernasihat seorang kepada seorang (yang lain) pada menjalankan kebenaran didalam tiap-tiap hal dan bernasihat satu kepada yang lainnya pada menjalankan kebenaran, yakni sabar pada menanggung susah payah  tentang menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. (L.A.M)

Didalam tafsiran A. Hasan, makna ayat ini ialah “perhtikanlah masa”, walaupun menurut asalnya perlu diartikan “demi masa”. Maka sesungguhnya manusia itu semuanya dalam keadaan rugi.
    Menurut Prof. Dr. Syed M Nquib al-Attas,

Ialah menyadari bahwa dirinya secara mutlak tidak memiliki sesuatu apapun untuk ‘membayar’ hutangnya, kecuali kesadaran dirinya akan kenyataan bahawa intipati keadaan berhutang itu terletak apda kewujudan diri itu sendiri. Sehingga ia harus membayar dengan dirinya, dan mengembalikan dirinya kepada Dia yang memiliki dirinya secara mutlak. Ia sendiri adalah hutang yang harus dikembalikan kepada pemilik, dan “mengembalikan hutang” bermakna menjadikan dirinya dalam keadaan berkhidmat, atau menghambakan diri kepada Tuhan. Sebagaimana dalam ayat yang terakhir Allah berfirman:

    Untuk merendahkan dirirnya dihadapan-Nya, maka seorang manusia yang terbimbing dengan benar secara tulus dan sadar mengembalikan dirinya hanya kepada Allah dengan memetuhi perintah-Nya, larangan-Nya, dan peraturan-Nya, dan dengan demikian ia menghidupkan hokum-Nya.
    Didalam tafsiran A. Hasan menyebutkan, baha orang-orang yang ada di bumi ini dipandang oleh Allah sebagai orang-orang yang dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan pekerjaan yang baik, dan bernasihat seorang kepada seorang (yang lain) pada menjalankan kebenaran didalam tiap-tiap hal dan bernasihat satu kepada yang lainnya pada menjalankan kebenaran, yakni sabar pada menanggung susah payah  tentang menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. (L.A.M)

Sabtu, 31 Maret 2012

ADA APA DENGAN RENCANA KENAIKAN HARGA BBM ???


    Rencana kenaikan BBM 1 April 2012, menimbulkan kemarahan bagi masyarakat Indonesia, sehingga di berbagai daerah para masyarakat yang tergabung dalam kelompok-kelompok dan aliansi-aliansi masyarakat mulai turun ke jalan-jalan dan menyampaikan kekecewaannya pada rencana pemerintah yang akan menaikan harga BBM pada 1 April 2012. Bahka hal ini memaksa para mahasiswa dan kelompok yang lain untuk turun ke jalan, untuk membela nasib rakyat Indonesia.
    Di berbagai daerah demo penolakan kenaikan harga BBM mulai bermunculan. Selasa (27/3) buruh tuntut penyesuaian upah, karena kenaikan upah minimum yang tidak sesuai dengan kenaikan harga BBM.

    Seorang buruh perempuan menangis saat yasinan di depan gedung Sate, kota Bandung. Mereka merasa terpinggirkan karena kompensasi atas kenaikan harga BBM tidak menyentuuh kalangan buruh, sementara kenaikan upah minimum kota Cimahi naik 4,4%. Angka tersebut tidak sebanding dengan kenaikan BBM. (inilakoran, 28 Maret 2012). Karena itu, para buruh menuntut pemerintah segera membahas penyesuaian upah.
     Tak hanya di Bandung, kemudian di Solo, Jawa Tengah Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo melakukan orasi saat ribuan masa PDIP melakukan aksi tolak kenaikan harga BBM (inilakoran, 28 Maret 2012). Wawali tidak mengindahkan peringatan dari Mendagri agar kepala pemerintah daerah untuk tidak melawan pemerintah pusat.

    Kemudian di Makasar, terlihat polisi sedang mengamankan mahasiswa yang sedang berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Kampus UIN Alaudin Makasar Selasa (27/3) (inilakoran, 28 Maret 2012)
Image
    Tidak sampai disitu, dijakarta pada hari kamis malam seperti yang diberitakan oleh Republika, yang terdiri dari para mahasiswa dari YAI, UKI, dan UBK. Mereka berdemo di jalan Salemba, Jakarta Pusat menolak kenaikan harga BBM, sehingga menjatuhkan korban 3 mahasiswa yang ditenbak oleh aparat kepolisian dengan peluru karet sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit, lalu satu aparat polisi dipukuli oleh masa hingga pingsan dan harus dibawa ke Rumah sakit.

    Malam itu, benar-benar menjadi malam yang mencekam di Salemba, masa yang benar-benar marah membakar  ban di Jalan dan bahkan sampai membakar sebuah mini bus dan sepeda motor milik aparat kepolisian. Lalu aparat kepolisian pun mulai marah dengan tindakan anarkis mahasiswa, sehingga melepaskan tembakan gas air mata dan peluru karet yang menelan 3 korban dari para demonstran (mahasiswa).


    Setelah demonstrasi di Salemba kamis malam, para mahasiswa dari berbagai daerah dan pendemodari aliansi yang lainnya dari beberapa daerah, pada hari jum’at (30/3) berdemo di depan gedung DPR dan juga memblokir  jalan tol dalam kota.


Keputusan Pemerintah

    “Memalukan” kalimat itu-lah yang keluar untuk menyatakan hasil dari kerja pemerintah dalam rapat msalah kenaikan harga BBM 1 April 2012 di gedung DPR.
    Rapat paripurna DPR yang seharusnya mengambil keputusan untuk menaikan harga BBM atau tidak, berakhir kisruh, Jum’at (30/3). DPR gagal mengambil keputusan untuk menaikan harga BBM per 1 April 2012. Hingga ini diturunkan, rapat DPR masih berlangsung dengan agenda voting opsi yang akan diambil. Lalu kericuhan makin memanas ketika voting dilakukan dan diperpanjang, dan akhirnya keputusan diundur, sebagai mana yang diisyaratkan oleh anggota fraksi partai democrat Benny K Harman saat interupsi mengisyaratkan kenaikan BBM tak perlu satu April 2012. Menurut dia, hal itu mengacu pada lamanya pembahasan RUU APBNP 2012 selama sebulan.
    Menyambug kata Benny, ketua DPR sekaligus pimpinan siding Marzuki Alien mengatakan batas waktu menaikan harga BBM sampai 6 April.
Ada Apa dengan Rencana Kenaikan BBM ?
    Pemerintah keukeuh dengan opsi kenaikan harga BBM. Dari rapat maraton Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dengan pemerintah (senin,26/3) akhirnya juga sepakat dengan postur RAPBN-P (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan) dan condon mengurangi subsidi BBM. Terkait kenaikan harga BBM, implikasi legislasinya DPR harus menganulir Pasal 7 Ayat 6 UU Nomer 11 Tahun 2012, karena didalam pasal 7 termaktub larangan kenaikan harga BBM di tahun 2012.
Opsi menaikkan harga BBM, pemerintah mendasari alasan yang kesannya logis tapi hakikatnya sangat debatable.Diantaranya, kenaikan harga minyak dunia mengharuskan perlunya revisi RAPBN, agar pemerintah tidak bangkrut dan ekonomi tidak kolaps. Alasan lain dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat rapat dengan Banggar DPR (26/3), harga bahan bakar minyak (BBM) harus naik karena ada lonjakkan konsumsi. Lonjakan tersebut ini disebabkan harga BBM bersubsidi di Indonesia yang terbilang murah.
Tak pelak keputusan pemerintah menuai reaksi, mulai dari kalangan politisi parlemen juga masyarakat luas. Dari survei LSI terekam 86% lebih masyarakat menolak kenaikan harga BBM. Dan bahkan meningkatkan keresehan publik yang sangat signifikan. Sekalipun pemerintah sudah menyiapkan kebijakan antisipasi kenaikan harga BBM diantaranya program BLSM selama 9 bulan dengan besaran @ Rp 150.000/bulan dan raskin dalam 14 bulan juga tidak otomatis bisa meredam gejolak penolakan. Bahkan sebagian pejabat (Bupati) daerah juga ikut menolak, tercatat Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Wali Kota Probolinggo HM Buchori, Bupati Bangkalan Jawa Timur Fuad Amin Imron, dan tidak mau ketinggalan Bupati Ponorogo Amin dan Wakil Bupatinya Yuni Widyaningsih bergabung dengan masyarakat dalam aksi penolakan kenaikan BBM. Akhirnya pemerintahan SBY menyiapkan aparat TNI siap on calling membantu Polri mengamankan titik-titik vital dan antisipasi dampak demo yang tidak terduga. (eramuslim.com)
    Rencana Kenaikan BBM dan rapat paripurna yang dilaksanan pada Jum’at (30/3), apakah sebuah drama politik saja atau pengalihan isu yang tengah terjadi pada pemerintah. Okezone.com menyebutkan” Bahwa ada gerakan aneh. Intinya, pemerintahan SBY harus jatuh sebelum 2014 dengan alasan yang dicari-cari oleh kelompok yang sebenarnya tidak mau berjuang di jalan demokrasi ….” (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [www.suaramerdeka.com, 20-3-2012])
MENJELANG kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2012, gerakan penolakan semakin masif, baik di ibu kota maupun di berbagai daerah seantero Indonesia. Demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat semakin membeludak menghadapi kenaikan harga BBM yang direncanakan hingga Rp1.500 per liter atau 33 persen itu.
Kompasiana.com menyebutkan bahwa Rencana pemerintah menaikkan harga BBM ini bisa jadi hanya sebagai pengalihan isu dari runtuhnya popularitas Partai Demokrat (baca:pemerintah) yang tengah berkuasa hari ini. Dari mulai kasus Wisma Atlet Nazarudin hingga menyerang Anas Urbaningrum, daripada menyikapi kenaikan harga minyak dunia. Demokrat mungkin saja kehabisan akal menggiring opini publik untuk berpaling dari kasus korupsi partai pemenang pemilu ini. Pengalihan isu korupsi ke isu kenaikan harga BBM ini bisa dilihat ‘kurang seriusnya’ Presiden SBY mengawal rencana pemerintah ini. Ketidakseriusan ini bisa dilihat dari ‘travelling’ yang dilakukan SBY ke Asia Timur, mengunjungi China dan Korsel. Biasanya, jika pemerintah serius menaikkan harga BBM, presiden akan memantau perkembangan terkini rencana pemerintah ini day to day di istananya. Dan melihat perkembangan terakhir, nantinya pemerintah akan jadi Pahlawan karena tidak jadi menaikkan harga BBM, dengan harapan masyarakat akan sedikit lupa tentang kasus korupsi yang dilakukan Partai Demokrat. Minimal media tidak lagi memblow up berita korupsi partai penguasa ini.
 
Kemudian politik.infogue.com, Jakarta mengatakan hal lain, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK) menduga akan ada beberapa pengalihan isu supaya masyarakat melupakan kasus Century. Isu-isu tersebut tak lain dari kenaikan harga BBM, TLD dan Gas.

"Isu kenaikan harga BBM, PLN dan gas akan didorong untuk melupakan kasus Century. Isunya akan dikuatkan oleh pemerintah. Makin hari makin kelihatan buktinya. Kasus ini dilupakan," ujar Koordinator KOMPAK, Ray Rangkuti dalam diskusi di Warung Omah Sendok, Jakarta, Rabu (9/7).

Ray mengatakan orang-orang yang dianggap bertanggungjawab dalam kasus aliran dana Century mendapat perlindungan dari pemerintah. Salah satu upayanya menurut Ray melalui promosi jabatan.

"Orang yang bersalah selalu dilindungi. Harus diingat DPR pada saat itu meyakini bahwa orang-orang yang disebutkan itu melakukan tindak pidana dan melanggar Undang-undang. Nampaknya memang kasus-kasus yang melibatkan kelompk geng ekonomi itu cepat sekali diselamatkan," tukasnya.

Dani Setiawan dari Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI) pun membenarkan. Ada banyak upaya yang akan dilakukan untuk melupakan kasus bombastis ini.

"Rupanya hukum dan politik kita dikuasai oleh kekuasaan besar yang menyetir ekonomi politik kita. Secara moral kita ingin melihatkan kepada publik bahwa jika tidak ditindaklanjuti maka perampokan-perampokan besar akan terjadi lagi di negeri ini," tandasnya.
Lalu apakah rencana kenaikan BBM ini benar-benar sudah menjadi hal yang mendesak keuangan Negara dan mendesak pemerintah untuk menaikan harga BBM. Atau memang benar ada pengalihan isu seperti yang disebutkan Kompasiana.com sebagai pengalihan isu tingkat tinggi pemerinthan SBY atau kasus-kasus yang lain, yang terjadi pada partai demokrat yang bisa menghancurkan pemerintahan SBY.
(L.A.M.)

Jumat, 06 Januari 2012

PROPHET MUHAMMAD SAW


Mengarahkan pandangan kebelakang
melalui perbuatan, perjalanan dan perkataanya;
Maka terlihatl-lah sosok yang begitu hebatnya,
yang bila dipandangnya dan didengar ucapannya.

Sosoknya bila dibandingkan dengan
melihat kebiruan langit pada hari setelah hujan,
dengan puncak gunung merapi yang jelas terlihat indah,
bahkan dengan sungai batang gadis laksana bernyanyi dengan airnya yang terus mengalir.
Tapi keindahannya lebih mempesona dari itu semua.

Muhammad itu pendahulu dan penutup para nabi,
Allah swt. senantiasa bershalawat kepadanya, setiap kali
Demikian juga kesejahteraan dari Allah untuknya,
dan untuk merekakeluarganya, sahabatnya, dan tabi'innya.
Semoga kembali mengawali apa yang telah kami akhiri.

Sabtu, 31 Desember 2011

TUHAN

Hanya satu! Hanya ada Satu
Dan tak ada yang bisa menyamai-Nya,
Dan tak ada yang melahirkan-Nya
Ataupun dilahirkan oleh-Nya.

Andai semua yang berakal tau, pasti
Tak ada dalam hatinya
Kecuali Dia.
Dia akan menjadi segalanya dalam hidupnya

Namun ketikayang berakal dibutakan
Oleh musuh yang nyata, pasti
Tak ada dalam hatinya,
Kecuali segala sesuatu tanpa Dia.

Rasanya lebih dari sekedar anak ayam
Yang baru menemukan lagi induknya;
Bagi kalian yang selalu ada Dia dalam kehidupan kalian
Karena Dia adalah yang Maha Segalanya bagi kita.

Tsunami, gempa bumi, bahkan gunung meletus;
Itu tak seberapa, disbanding balasan
Bagi kalian yang tak ada sedikitpun Dia
Dalam kehidupan kalian.

Oleh : Lutfi Anwar Muchtadi

Rabu, 29 Juni 2011

Sajak yang ditulis oleh Hamka pada sidang konstituantee tanggal 13 november 1957, yang kemudian disispkannya kedalam saku baju pak Natsir, ketika pak Natsir turun dari mimbar. sajak itu berbunyi:

Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga

Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa

Jibril berdiri di sebelah kananmu
Mikail berdiri di sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberi tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu, hai Natsir, suara kaummu

Kemana lagi Natsir, kemana kita pergi
Ini berjuta kaawan sefaham
Hidup da Mati bersama-sama
Untuk menuntut riha Ilahi
Dan akupun masukan
Dalam daftarmu........

Minggu, 12 Juni 2011

ORMAS ISLAM TOLAK SYI’AH
Tinggalkan sebuah Komentar Posted by pemudapersatuanislam pada 06/10/2011

Jumat, 10 Juni 2011, dilangsungkan deklarasi menolak Syi’ah. Berbagai ormas hadir di Masjid Alfurqan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Jakarta. Disamping itu, deklarasi ini pun menolak keberadaan Majlis Ukhuwah Sunni-Syi’ah (Muhsin).

Para pembicara dalam acara deklarasi ini adalah Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim), Ustadz Agus Tri Sundawi (Majelis Tarjih PP Muhammadiyuah), KH. Idrus Ramli (Pengasuh Ponpes Sidogiri Jatim), KH. Cholil Ridwan (BKsPPI dan MUI), dan Ust. Tiar Anwar Bachtiar (Persatuan Islam).

Kesempatan pertama diisi oleh KH. Khalil Ridwan. Ketua MUI Pusat ini menyampaikan: “Persoaalan Sunni-Syi’ini persoalan lama. Bukan puluhan tahun, tapi ratusan hingga ribua tahun” . Nama Sunni-Syi’i muncul setelah peristiwa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Dulu itu tidak ada istilah sunni dan syi’i. Ketika ada orang yang mengelompok, dan mengelompok ini dalam bahasa Arab adalah syi’ah, kelompok ini menamakan diri sebagai Syi’i pada zaman itu. “Setelah adanya nama nama syi’i/ syi’ah, yang tidak syia’ah siapa? Maka muncul istilah sunni” papar kiai Khalil.

Habib Ahmad Ahmad Zain Al Kaff menjelaskan: “Dari sekian banyak aliran-aliran sesat yang masuk ke Indonesia, yang paling berbahaya bagi agama, bangsa dan negara adalah aliran sy’ah Imamiyah.”

Untuk memuluskan propagandanya, Syiah era sekarang mengundang berbagai tokoh Islam ke Iran. Mereka diperlihatkan kemajuan Iran, dan pada akhirnya diharapkan simpati atau tidak menghalangi propaganda mereka. Dalam hal ini, Habib Ahmad Zain Al Kaff menegaskan: “Kenapa mereka tidak diberitahukan berapa mesjid sunni yang Syiah ratakan? Berapa ulama sunni yang hari ini masih dipenjara? Kalau mereka hari ini mau mengadakan ukhuwwah Islamiyyah di Indonesia, mengapa hal itu tidak mereka lakukan dengan sunni yang ada di Iran? Mengapa gerak mereka senantiasa dibatasi, dikekang dan diintimidasi?”

Mengutip amanat M. Natsir, Ust. Agus Tri Sundani mengingatkan bahwa masalah Syi’ah di Indonesia adalah layaknya bom waktu. “Pada masanya, kalau dibiarkan oleh kita, akan meledak.” Dalam ceramahnya ini beliau mengingatkan, bila mereka tidak henti-hentinya menyebarkan ajaran sesatnya, maka kita pun jangan berhenti untuk terus menyampaikan dakwah mengenai ajaran Islam yang benar.

Sementara KH. Idrus Ramli, yang pernah beberapa kali berdebat dengan orang Syi’ah secara terbuka di forum umum, menyatakan bahwa Syiah adalah aliran sesat. Peneliti dan pengasuh pesantren Sidogiri ini menegaskan bahwa: “Pendiri NU, KH. Hasyim As’ari dalam kitabnya syarah ahlussunah waljama;ah, halaman 11 dan 12, beliau aliran syiah termasuk aliran sesat. Jadi tidak ada tawar menawar.” “Karenanya, kalau ada orang NU atau pengurus NU mencoba-coba mengakui agama syiah atau ajaran syiah, menganggap syiah bukan ajaran sesat, itu berari tidak mewakili NU, tetapi mewakili kepentingan pribadinya,” tegas pengurus NU Jawa Timur ini.

Dalam deklarasi ini, terjadi penyusupan. Sekitar lima orang yang ditenggarai dari syiah, 1 perempuan dan 4 laki-laki, menyebarkan selebaran yang kontra produktif terhadap acara mewaspadai syiah yang diadakan. Satu orang dapat ditangkap, sisanya melarikan diri. Laskar Pembela Islam (LPI) yang hadir sudah mencurigai gerak-gerik orang tersebut. Karenanya, berhasil mengamankan penyusup dari syiah.

Diantara ormas yang hadir dalam deklarasi ini adalah dari Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyyah, Persis, Al-Irsyad, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Hidayatullah, BKSPPI, Wahdah Islamiyah, DDII,Harokah Sunniyah Untuk Muslimin (Hasmi), Al-Bayyinat, dan Forum Kajian Aliran Agama (FKAA) dan lain-lain.

Dekalarasi ini menyatakan:
1. Ahlussunnah tidak dapat dipersatukan dengan Syi’ah, karena berbeda dalam ushuluddin (akidah/tauhid).
2. Syi’ah berbahaya bagi agama, bangsa, dan negara.
3. Mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa lagi tentang sesatnya Syi’ah secara tegas.
4. Mendesak pemerintah agar melarang Syi’ah dan aktivitasnya di seluruh wilayah Indonesia, agar tidak timbul konflik seperti di Irak, Yaman, Pakistan, dan negara lain.
5. Menolak keras MUHSIN (Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah) yang digagas beberapa waktu lalu oleh aktivis-aktivis Syi’ah dan oknum yang mengatasnamakan Muslimin Indonesia di Jakarta.

Kamis, 09 Juni 2011

Dibalik Tangan-Tangan Yahudi

Dimana ada loge freemasonry, disitu mereka melakukan propaganda untuk membela kepentingan mason (loge freemasonry). Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Artawijaya didalam bukunya yang berjudul “Jaringan Yahudi Internasional di Nusatara” di atas. Maka wajib untuk kita berhati-hati dalam suatu hal, karena belum tentu campur tangan Yahudi itu terlihat tidak menipu daya kita. Banyak bukti-bukti dan peristiwa-peristiwa yang ternyata ada campur tangan Yahudi yang memang telah ditutupi dari sejarah yang sebenarnya, bahkan Yahudi menguasai pers di Indonesia pun itu sengaja ditutup dari sejarah.
Ini bisa dilihat dari pemberitaan di Deli Courant pada 5 April 1993 yang membantah bahwa gerakan Freemasonry bukan gerakan politik yang membahaykan pemerintah. Di Deli sendiri, pada tahun 1888, Freemasonry sudah mendirikan loge tempat mereka menjalankan ritual dan pertemuan. (Dr. Th Stevens, Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2004, hlm. 408). Bukti tentang propaganda pers Freemasonry di Hindia Belanda adalah keterkaittan Javasche Courant (Koran Jawa) dengan organisasi Yahudi tersebut, yang dapat dilihat dari keterlibatanya dalam upaya pendirian loge De Ster in het Oosten di Batavia. Dua tahun sebelum loge besar itu berdiri, pada 9 mei 1856, Javasche Courant, menyerukan kepada seluruh anggota Fremasonry di Hindia Belanda untuk bergotong royong membantu pendanaan pembangunan loge itu yang memakan biaya 40.000 gulden. (dikutip dari Artawijaya, Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010, hlm. 156. Yang dikutip juga dari Scott Merrillees, Batavia in Nineteenth Century Photographs. Artawijaya mengatakan, bahwa buku ini, selain memuat foto loge De Ster in et Oosten, juga memuat keterangan-keterangan soal keberadaan freemasonry di Indonesia). Bukti lain soal keterlibatan Freemasonry dalam dunia pers di Hindia Belanda terlihat dalm aktivitas Carell Eliza van Kasteren, petinggi Loge La Constante et Fidele di Semarang yang juga pemimpin redaksi De Locomotief.(Ulbe Bosma dan Remco Raben, Being Dutch in The Indies; A History of Creolisaation and Empire 1500-1920, Singapore: National University Press, 2008, hlm. 252)
Lalu sebuah artikel yang ditulis GS Sam Ratu Langi di Majalah Asia Raya, 29 April 1923. Tentang “Judaisme”, menyatakan bahwa semua pemimpin persuratkabaran Belanda di Indonesia, dikelola oleh bangsa Yahudi atau orang-orang Belanda keturunan Yahudi. Sam Ratu Langi mencatat beberapa nama, seperti Van Goudoefer dari surat kabar De Locomotief, J.H Ritman dari Bataviasch Handelsblad, De Vries dari De Jayabode, Van Bovenen dari Aneta, Wybrands dari Neuws van den Dag, dan Sluimer dari Surat Kabar A.I.D yang kesemuanya adalah orang-orang Yahudi. (Lihat Artawijaya, Gerakan Theosofi di Indonesia, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010 dalam sub-bab Pers Propaganda Theosofi dan Fremasonry di Indonesia, hlm. 131)
Surat Kabar A.I.D yang dikelola oleh orang Yahudi di Indonesia, mempunyai catatan kelam dalam melecehkan ajaran Islam. Suatu hari, Mohammad Natsir dan murid-murid dari AMS Bandung yang kebanyakan umat Islam, diajak oleh gurunya untuk mnedengarkan ceramah seorang pendeta Protestan, A.C Christoffel, disebuah gereja yang baru selesai dibangun di daerah Pieters Park (Taman Merdeka). Dalam ceramah yang berjudul “Mohammed als Profeet (Muhammad sebagai Nabi)”, Christoffel banyak memutarbalik fakta sejarah dan melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad.
Bahwa Pendeta Chistoffel, meski mengakui Muhammad sebagai Nabi, tetapi dia hanya menganggap Muhammad sebagai Nabi dalam Perjanjian Lama kelas tiga saja. Muhammad juga dianggap sebagai pembuka jalan kebenaran bagi Kristus yang sebenarnya, dan Muhammad juga dianggap sebagai sosok yang mempunyai nafsu seksual yang besar dan menuduh ‘Aisyah Radliallahu ‘anha telah melakukan zina.
Ceramah pendeta Christoffel itu kemudian dimuat secara berseri di Surat Kabar A.I.D pada September 1929. Mohammad Natsir dan Fakhroedin Kahiri yang pada waktu itu juga aktif di Jong Islamited Bond (Perhimpunan Pelajar Islam Indonesia) kemudian mendatangi Ustadz Ahmad Hassan, guru di Persatuan Islam (Persis). Dari pertemuan itu kemudian diusulka untuk dibahas dalam rapat Komite Pembela Islam, sebuah komite yang didirikan oleh para aktivis Persis yang bertujuan untuk melawan segala bentuk opini yang menistakan ajaran Islam. (Ajip Rosidi, M. Natsir Sebuah Biografi, Jakarta: Girimukti Pusaka, 1990, hlm. 43 yang dikutip oleh Artawijaya dalam buku Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010, hlm.157)
Lalu Artawijaya menambahkan didalam bukunya yang berjudul “Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”. Bahwa dari fakta di atas, jelaslah bahwa media massa propaganda Freemasonry, baik yang secara resmi dengan menggunakan identitas nama oragnisasi mereka atau media massa yang berada dikontrol gerak mereka, kerap kerap melakukan pelecehan terhadap Islam. Mereka yang berasal dari kalangan asli yang ada di Indonesia saat itu, adalah para Mason yang selalu mengobarkan kebencian terhadap Islam.